Tampilkan postingan dengan label Cerpen Gue :D. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Gue :D. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Oktober 2011

Anak Perempuan di Rumah Sakit

ne lagi cerpen yang gue buat :p

"ify... nanti cepet pulangnya ya! jangan mampir-mampir lagi" teriak mamaku dari dalam rumah. "Iya mah ..." jawabku pendek. Kemudian aku segera mengayuh sepedaku menuju Rumah Sakit. Namaku adalah alyassa saufika umari Umurku 13 tahun dan sekarang aku duduk di kelas 2 SMP. Aku mempunyai 2 orang adik, satu laki-laki yang sedang duduk di kelas 4 SD dan satunya lagi perempuan yang masih berumur 3 tahun. Sekarang aku sedang dalam perjalanan ke Rumah Sakit untuk menjenguk saudara perempuanku yang bernama ashilla. Umurnya beda setahun denganku. Dia terkena DBD beberapa hari lalu. Beberapa saat kemudian aku sudah duduk di samping ranjang shilla
shilla terkulai lemas, dengan infus di tangannya.Di sampingnya ada mamanya yang biasa aku panggil tante wiwid."Makanya na, kalo dibilang jangan males makan ya diikutin. Kan jadinya kayak gini " kataku sambil meletakan keranjang buah di meja". shilla hanya bisa mengangguk lemas. Tetapi tiba-tiba mataku menangkap bayangan seorang wanita di balik gorden ruangan itu. Tepatnya gorden yang memisahkan ranjang-ranjang. DEG ! jantungku berdebar keras dan aku langsung mendekatinya dan membukanya dengan cepat. Srrreeeekkkkkk ANEH ! tidak ada apa-apa disana"Ada apafy ?" tanya tante wiwid heran. "E... eng... enggak, enggak ada apa-apa" kata ku tergagap. Aku sangat heran bercampur kaget, Pasti aku salah liat ! kataku dalam hati untuk menenangkan diriku. Dua jam kemudian shilla sudah tertidur pulas."Aku pulang dulu ya tante" kataku karena jam juga sudah menunjukan pukul 7 malam. "Iya, hati-hati ya Yu"kata Tante wiwid. Kemudian aku keluar dan bermaksud untuk menuruni tangga.
Tiba-tiba ada seorang anak perempuan yang usianya mungkin sepantar dengan shilla Ia naik di kursi roda .Wajahnya murung, iya sedang melihat ke Arahku. "Hai, kamu siapa ?" kataku ramah. Wajahnya yang murung pun berubah menjadi manis dan ia tersenyum. "angelica piteres, panggil aku angel " katanya. Lalu ia mengajakku duduk di dekatnya.Lalu kami mengobrol. "Nama kamu siapa ?" katanya menayakan balik. "Alyssa saufika umari". "Nama yang bagus ya...". "Iya" sahutku lagi. "Sudah berapa lama kamu dirawat disini angelr ?" tanyaku ingin tahu. Wajahnya berubah murung lagi, "Aku sejak kecil disini, aku kesepian. Aku bahkan tidak pernah pergi ke sekolah. Aku ingin punya banyak teman. Sehari-hari aku hanya di berikan tugas oleh guru lesku dan memandang pemandangan disini" ceritanya panjang lebar. Aku jadi ikut sedih melihatnya."Yang sabar ya, pasti suatu hari nanti kamu akan sembuh" kataku sambil menepuk pundaknya. Aku merasakan tubuhnya sangat dingin seperti es. "Iya, terimakasih ya" katanya sambil menghapus air mata yang sempat muncul. Tiba-tiba seseorang dari jauh mendatangiku. "ify ngapain sendirian disini?" katanya. Rupanya papanya shilla atau yang biasa ku panggil om  yang baru pulang dari kantor dan ingin menjenguk anaknya."ify enggak sendirian kok om, kan ada ..." kataku sambil berbalik dan ingin menunjuk angel Aku sangat terkejut, di sampingku tidak ada siapa-siapa kecuali satu kursi roda rusak yang sudah karatan. Rahangku ternganga lebar, keringat dingin membasahi tubuhku. "Ada apa ify?"kata papa nya shilla "Ng ... Nggak ada apa-apa kok om...ify pulang dulu ya ..." kata ku seraya berlari sekuat tenaga. Kemudian ke tempat parkir dan langsung mengayuh sepeda dengan perasaan yang tak enak.
Malamnya aku tidak bisa tidur. Anak perempuan yang bernama angel  itu terus ada di bayanganku. "Apa maksudnya ? Dia kesepian ? Apa dia itu hantu ? ". Aku terus memikirkannya, tak kurasa akupun terlelap. Lalu tiba-tiba aku melihat shilla sedang tidur di ranjangnya di rumah sakit. Lalu aku melihat angel berbicara kepada shilla. rasanya iya berbicara padaku. "Ayo ikut denganku yuk ... lebih baik hidup saja di rumah sakit ini selamanya bersamaku. Daripada terus-terusan sengsara. Yuk !!!" katanya sambil tersenyum . shilla mengeleng. Tetapi akhirnya angel memaksanya.angel berubah menjadi sangat menyeramkan dengan wajah yang penuh dengan darah. Mukanya menjadi seperti dilindas truk. "AAAAAAAAAAARRRRRRRRRGGGGGGGGHHHHHHHH" shilla menjerit, jeritannya sama kencangnya dengan ku. Lalu semuanya menjadi gelap dan aku terbangun dari tidurku. Badanku basah dengan keringat . Rupanya AC nya mati. Mimpi yang seperti nyata.Aku melihat sudah jam 8 pagi. Ini hari Jumat dan sekolahku sedang libur karena kelas 9 ujian. Setelah mandi dan sarapan aku langsung pergi lagi ke Rumah Sakit karena khawatir dengan keadaan shilla Dan aku juga ingin menyelidiki tentang angel lebih jauh. Sesampainya disana, kekhawatiranku menjadi kenyataan. shilla dalam keadaan koma di ruang ICU. Tante wiwid dan Om Harry sedang menangis dan tak henti-hentinya berdoa. Kemudian aku segera pergi untuk mencari tahu pada seorang suster di kamar sebelumnya tempat shilla di rawat."Permisi suster" kata ku pada seorang suster yang memakai kacamata. "Ada apa dik ?". "Apa suster pernah mendengar seorang pasien yang bernama angelica piteres?" kataku dengan terburu-buru. Suster itu berusaha mengingat-ingat sebentar. "Oh iya ! itu pasien kami yang sudah lama sekali meninggal. Ia menghabiskan hidupnya di Rumah Sakit ini dan ia meninggal di kamar ini tepatnya di tempat tidur itu" kata nya sambil menunjuk tempat tidur di samping tempat tidur shilla
Suster itu menceritakan semuanya kepadaku. Seperti inilah cerita sebenarnya : angelica piteres anak dari bapak Willy yang adalah seorang ilmuwan. Ibunya telah lama meninggal saat melahirkan angel. Sejak lahir iya dirawat disini karena mengalami kelainan fisik yaitu iya tidak bisa berjalan dan sering mengeluarkan darah dari mulutnya. Setiap hari iya hanya memandang keluar jendela. Semangat sembuhnya sangat kuat, iya sangat ingin pergi kesekolah dan mempunyai banyak teman. Tetapi pada suatu hari iya meninggal karena sudah tidak kuat lagi.*** Setelah berterimakasih kepada suster, aku langsung menuju tempat tidur tersebut. "ANGELICA PITERES, TOLONG JANGAN AMBIL SHILLA... ORANGTUANYA SANGAT MENCINTAINYA ! IYA JUGA MASIH INGIN HIDUP DAN BERKEMBANG ! TOLONG ANGEL ,,, AKU TAHU PERASAAN MU YANG SANGAT  INGIN HIDUP DAN BERTEMAN DENGAN BANYAK ORANG ! TETAPI JANGAN AMBIL SAUDARAKU ! BANYAK ORANG MENANGIS KARENA KEADAANNYA SEKARANG ! " tiba-tiba datang angin kencang entah dari mana. Kemudian angel dengan kursi rodanya menatapku. "AKU JUGA ! AKU JUGA INGIN HIDUP ! BUKAN HANYA ORANG-ORANG LAIN YANG NORMAL DAN SEMPURNA" katanya sambil menangis. "SEHARI-HARI AKU HANYA BERHARAP DAN BERHARAP, TAPI APA YANG AKU DAPAT ??? HANYA KESENGSARAAN !" katanya lagi. Kemudian aku tersenyum. "Kamu bisa bahagia ngel, kamu bisa bahagia di sana berkumpul dengan ibumu... kamu mau kan berkumpul dengan ibumu ? tempatmu bukan disini sekarang. Aku rasa angel anak perempuan yang baik kan ? Bukan angel yang ingin mengambil hidup orang lain ?" kataku lembut, tak terasa air mata mengalir di pipiku. Kemudian angin tersebut mulai reda."Baiklah ify,,, terimakasih untuk semuanya. Kata-katamu menyadarkan ku" katanya sambil terbang ke luar jendela, iya melambai padaku dan menghilang. Kemudian aku keluar lagi dan kembali ke ruang ICU.Ternyata shilla sudah melewatkan masa kritisnya ... Aku sangat senang, begitu juga dengan orangtua shilla. Beberapa minggu kemudian shilla sudah boleh keluar dari Rumah Sakit. Kami kemudian bermain di taman . shilla sangat ceria dan kemudian iya bertanya padaku. "ify apakah kamu tau seorang anak perempuan di rumah sakit yang seumuran denganku dan memakai kursi roda ?" tanyanya dengan heran. "Ummm .. tidak ..." kataku sambil menatap ke arah langit, aku merasa melihat angel  yang sudah bahagia di alam sana

seminggu bersama keluarga hantu

eh gue mau buat cerpen neehh... dibaca yah :)) judulnya "Seminggu Bersama Keluarga Hantu"
check this out :)

Azan subuh samar-samar terdengar oleh telingaku. Akupun terbangun dan tertegun”mengapa aku bisa di sini?”tanyaku kaget. Akupun teringat kejadian semalam” Semalam aku baru pulang dari rumah debo sekitar 01.00 dini hari. Dan mobil yang kukendarai hampir menabrak seorang wanita lalu aku menghindar tapi aku malah menabrak pohon beringin,dan anehnya lagi wanita yang berbaju putih yang hampir aku tabrak malah tertawa dan setelah itu semuanya menjadi gelap”kataku dalam hati.”oh..kamu sudah bangun”.”kamu siapa?”kataku terkejut.”tenang semalam kamu mengalami kecelakaan,perkenalkan saya zevana arga”.katanya memperkenalkan diri.”saya Alyssa saufika umari”kataku memperkenalkan diri.tak terasa sudah tiga hari aku tinggal di rumah zevana Walau aku bingung mengapa zevana tinggal sendiri di rumah semegah ini. Sebisa mungkin perasaan itu ku buang jauh-jauh.”mungkin anak dan suaminya sedang keluar kota”itu jawaban dari pertanyaan- pertanyaan yang selalu membayangiku.
Tapi jawaban itu hanya bertahan selama dua hari. Saat itu aku sedang memunguti sampah di depan rumah zevana. Dan ada seorang bapak-bapak melihatku lalu bapak itu menegur”nak buat apa kamu mugutin sampah di hutan ini,dan mengapa kamu sendirian di situ?”Tanya bapak itu keheranan.”apa dia tak melihat rumah zevana yang megah ini?”ku bertanya dalam hati.”saya sedang memunguti sampah di depan rumah zevana. Bapak mau bertemu dengan zevana ?”tanyaku kemudian. Bapak itu terkejut saat mendengar nama zevana.dan bapak itu tidak menjawab.
Pertanyaanku tapi ia mengajakku segera pergi dari tempat itu.”ayo kita segera pergi dari sini”kata bapak itu.”tapi zevana?”tanyaku.”ayo suda jagan pikirkan dia. bapak itu langsung menarikku tanpa bertanya-tanya lagi. Saat sudah tiba di perkampungan dia membawaku kerumahnya dan dia memberiku makan dan minum dan setelah itu dia bercerita “ empat tahun yang lalu hutan tempat kamu tadi dulunya itu adalah sebuah rumah zevana di sebuah perkampungan orang yang paling kaya bernama zevana. ia tinggal bersama dua orang anak dan suaminya. Yang pertama namanya angelica,yang kedua namanya sivia .angel mati gantung diri karna dia di tinggal pacarnya,kalau sivia mati karna waktu itu sivia dan pacarnya dari sebuah diskotik saat mereka pulang dalam keadaan mabuk dan mereka tak sadar bahwa didepannya ada sebuah bus dan mereka manabrak bus itu,kalau zevana meninggal karna tertimbun tanah longsor dan saat itu ia lagi tidur dan ia tak sempat menyelamatkan diri. ”jelas pak Erwin.” kalau suaminya..?” Tanya ify. ”o’ya suaminya waktu itu lagi berbisnis keluar kota dan pak Erwin itu sampai sekarang masih hidup,pak erwinnya itu adalah saya”jelas pak Erwin.”bapak ga bercandakan..?”Tanya ify dengan rasa tak percaya.” ya..ini bener saya dan sekarang saya hidup di kampung ini hanya sendirian dan perusahaan beras saya bangkrut jadi sudah lama sekali saya tingal di kubuk ini.” jawab pak Erwin. ” pak Erwin punya perusahaan di mana ? kok tinggalnya di kampung ini?”Tanya ify.” saya punya perusahaan di kota, waktu itu saya korupsi dan saya di penjara lima tahun”jawab pak Erwin.”jadi saat bapak di penjara gimana istri dan anak-anak bapak?”Tanya ify lagi.” o..anak dan istri saya saat di penjara sudah meninggal jadi saya di penjara tidak ada yang menjenguk saya..”jawab pak Erwin.”bapak dan ibu pak Erwin  kemana?” Tanya ify lagi.” bapak dan ibu saya sudah meninggal jadi saya disini hanya sebatang kara.” jawab pak Erwin. ” dan sekarang bapak kerja apa?”Tanya ify.”sekarang saya menjadi petani”jawab pak Erwin.” o’ya bapak tau dari mana kejadian anak dan istri bapak?”Tanya ify. ”saya di kasih tau masyarakat di desa ini,tapi saya masih sedih karna  arwahnya masih gentayangan. zevana jadi penunggu pohon beringin dan rumah yang tertindis tanah longsor.” jawab pak Erwin. ” mengapa arwahnya masih gentayangan?” Tanya ify. ” arwahnya gentayangan karna mayatnya belum di kubur..”jawab pak Erwin.” mengapa ga di kubur?” Tanya ify. ”saya  ga mau kehilangan jasat zevana karna saya sangat menyayangi dia” jawab pak Erwin.” mengapa anak-anak pak Erwin di kubur sedangkan zevana ga di kubur?”Tanya ify. ” karna saat anak saya di kubur saya masih berbisnis ke luar kota kalau ga pasti saya ga kubur juga anak saya”jawab pak Erwin. ” sebaiknya bapak kubur saja mayat zevana agar tidak gentayangan dan membuat resah warga lagi,” kata ify mencoba memberi saran. Tapi bukan jawaban baik yang didengar zevana,pak Erwin marah ”kamu itu masih kecil jadi nggak tahu bagaimana rasanya ditinggal orang yang kita cintai”kata pak Erwin dengan suara yang keras ify  terkejut mendengar jawaban pak Erwin.”tapi pak orang yang sudah mati punya kehidupan sendiri,biarlah masitah dikubur sebagaimana layaknya manusia kasihan dia,tidak bisa tenang walau sudah meninggal “ kata ify ” baiklah saya akan kubur dia,tapi kamu juga harus membantu saya menguburnya dekat tempat anak-anak saya” kata pak Erwin pada akhirnya.
Keesokan harinya ify dan pak Erwin mengubur mayat shilla  di atas bukit disitu ada 2 kuburan anak-anak pak Erwin dan ashilla .” terima kasih ya nak ify kamu sudah membantu saya”kata pak Erwin.”saat pak Erwin  dan ardi ngobrol bersama. Ada seorang warga yang kebetulan lewat melihat ify berbicara sendiri,dan mendatang ify.”ngapain kamu nak…berbicara sendiri”teriak warga itu dari bawah bukit,”ify pun turun dari bukit menemui warga itu.”saya gak bicara sendiri pak,saya berbicara dengan pak Erwin”kata ify. “nak kamu tuh..sadar nggak sih..kalau kamu dari kemarin saya perhatikan kamu selalu berbicara sendiri tanpa ada teman bicara” kata warga itu. Akhirnya ify pun menceritakan kejadian yang telah di alaminya.” seperti itulah pak,kenapa saya bisa sampai di sini”. “saya juga mau menceritakan bahwa pak Erwin telah meninggal 10 tahun yang lalu,setelah empat tahun istri dan anaknya meninggal dia ikut bunuh diri juga,lihat saja makamnya ada di bukit situ ayo kita kesana “kata warga itu. ify pun mengikuti warga itu ke atas bukit,dan ternyata disitu ada 4 kuburan,kuburan zevana,sivia,angel.zahra,dan pak Erwin,ify bingung karna saat ia membantu pak Erwin mengubur ashilla  ia tak melihat kuburan pak Erwin.”pak tapi saya barusan dari bukit ini tapi saya hanya melihat dua kuburan dan saya tadi baru mengubur zevana disini tapi saya ga melihat kuburan pak Erwin..”kata ify.berarti dari kemarin dia tinggal bersama arwah hantu yang telah meninggal selama bertahun-tahun. Semenjak kejadian itu ardi tidak pernah pulang malam lagi.dan setelah kejadian itu warga di kampung itu mengadakan acara do’a bersama agar arwah keluarga zevan  tenang di alamnya dan tentu saja  tidak menggangu warga desa lagi.

THE END